BEDAH INSTRUMEN PENGUKURAN 8 SNP
IP-SNP

By Dian Husni Rusdiana 11 Agu 2020, 15:39:54 WIB INFO PENDIDIKAN
BEDAH INSTRUMEN PENGUKURAN 8 SNP

Gambar : Lingkup Standar nasional


IP-SNP kependekan dari Instrumen Pengukuran Standar Nasional Pendidikan merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pencapaian 8 SNP bagi sekolah, yang merujuk pada indikator 8 SNP. IP-SNP dapat digunakan oleh sekolah sebagai alternatif dalam pemetaan mutu pendidikan atau Evaluasi Diri Sekolah (EDS). Instrumen IP-SNP berasal dari instrumen PMP Pusat, yang dibuat lebih sederhana dan praktis untuk pemetaan mutu di lingkungan Provinsi Jawa Barat.

 

Instrumen Pengukuran Standar Nasional Pendidikan dikembangkan untuk mengukur pencapaian 1) Standar Kompetensi Lulusan; 2) Standar Isi; 3) Standar Proses; 4) Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan; 5) Standar Sarana dan Prasarana; 6) Standar Pengelolaan; 7) Standar Pembiayaan; 8) Standar Penilaian .

 

Instrumen Pengukuran Standar Nasional Pendidikan terdiri atas Instrumen Utama dan Buku Suplemen IP-SNP. Intrumen utama untuk SMP/SMA/SMK terdiri atas 78 butir, sedangkan untuk SD terdiri atas 63 butir. Opsi presentase pencapaian terdiri atas 4 opsi, yaitu: Opsi 1 = < 50% Terpenuhi ; Opsi 2 = 50% s.d. < 75% Terpenuhi; Opsi 3 = 75% s.d. < 90% Terpenuhi; Opsi 4 = 90% s.d. 100% Terpenuhi. Buku Suplemen IP-SNP berisi: penjelasan, petunjuk pengisian, dan bukti fisik pendukung yang diperlukan. Pengisian IP-SNP harus senantiasa memperhatikan petunjuk yang ada dalam buku suplemen.

 

Butir-butir dan Indikator IP-SNP sebagai berikut

1 Standar Kompetensi Lulusan

1.1. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap minimal baik berdasarkan nilai rapor

1.2. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan sesuai ketentuan

1.3. Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi keterampilan sesuai ketentuan

2 Standar Isi

2.1. Perangkat pembelajaran sesuai rumusan kompetensi lulusan

2.2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dikembangkan sesuai prosedur

2.3. Sekolah melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan

3 Standar Proses

3.1. Sekolah merencanakan proses pembelajaran sesuai ketentuan

3.2. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan tepat

3.3. Pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran

4 Standar Penilaian Pendidikan

4.1. Aspek penilaian sesuai ranah kompetensi

4.2. Teknik penilaian obyektif dan akuntabel

4.3. Penilaian pendidikan ditindaklanjuti

4.4. Instrumen penilaian menyesuaikan aspek

4.5. Penilaian dilakukan mengikuti prosedur

5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

5.1.a Ketersediaan guru sesuai ketentuan

5.1.1. Berkualifikasi minimal S1/D4

5.1.2. Rasio guru kelas terhadap rombongan belajar sesuai standar

5.1.3. Tersedia untuk tiap mata pelajaran

5.1.4. Guru bersertifikat pendidik

5.1.b Kompetensi guru sesuai ketentuan

5.1.5. Berkompetensi pedagogik berdasarkan PKG minimal baik

5.1.6. Berkompetensi kepribadian berdasarkan PKG minimal baik

5.1.7. Berkompetensi profesional berdasarkan PKG minimal baik

5.1.8. Berkompetensi sosial berdasarkan PKG minimal baik

5.2.a Ketersediaan kepala sekolah sesuai ketentuan

5.2.1. Berkualifikasi minimal S1/D4

5.2.2. Berusia sesuai kriteria saat pengangkatan

5.2.3. Berpengalaman mengajar sesuai persyaratan

5.2.4. Berpangkat minimal III/c atau setara

5.2.5. Bersertifikat pendidik

5.2.6. Bersertifikat kepala sekolah

5.2.b kompetensi kepala sekolah sesuai ketentuan

5.2.7. Berkompetensi kepribadian berdasarkan PK-KS minimal baik

5.2.8. Berkompetensi manajerial berdasarkan PK-KS minimal baik

5.2.9. Berkompetensi kewirausahaan berdasarkan PK-KS minimal baik

5.2.10. Berkompetensi supervisi berdasarkan PK-KS minimal baik

5.2.11. Berkompetensi sosial berdasarkan PK-KS minimal baik

5.3.a Ketersediaan tenaga administrasi sesuai ketentuan

5.3.2. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi berkualifikasi minimal SMK/sederajat

5.3.3. Memiliki Kepala Tenaga Administrasi bersertifikat

5.3.5. Memiliki Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi berpendidikan sesuai ketentuan 5.3.b Kompetensi tenaga administrasi sesuai ketentuan

5.3.6. Berkompetensi kepribadian berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.3.7. Berkompetensi sosial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.3.8. Berkompetensi teknis berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.3.9. Berkompetensi manajerial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.4.a Ketersediaan laboran sesuai ketentuan (Bagi SMP/SMA/SMK)

5.4.2. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium berkualifikasi sesuai

5.4.3. Memiliki Kepala Tenaga Laboratorium bersertifikat

5.4.4. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium berpengalaman sesuai

5.4.6. Memiliki Tenaga Teknisi Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

5.4.8. Memiliki Tenaga Laboran berpendidikan sesuai ketentuan

5.4.b kompetensi laboran sesuai ketentuan (Bagi SMP/SMA/SMK)

5.4.9. Berkompetensi kepribadian berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.4.10. Berkompetensi sosial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.4.11. Berkompetensi manajerial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.4.12. Berkompetensi profesional berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.5.a Ketersediaan pustakawan sesuai ketentuan (Bagi SMP/SMA/SMK)

5.5.2. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berkualifikasi sesuai

5.5.3. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan bersertifikat

5.5.4. Memiliki Kepala Tenaga Pustakawan berpengalaman sesuai

5.5.6. Memiliki Tenaga Pustakawan berpendidikan sesuai ketentuan

5.5.b kompetensi pustakawan sesuai ketentuan (Bagi SMP/SMA/SMK)

5.5.7. Berkompetensi manajerial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.5.8. Berkompetensi pengelolaan informasi berdasarkan penilaian atasan minimal baik 5.5.9. Berkompetensi kependidikan berdasarkan penilaian atasan minimal baik 5.5.10. Berkompetensi kepribadian berdasarkan penilaian atasan minimal baik 5.5.11. Berkompetensi sosial berdasarkan penilaian atasan minimal baik

5.5.12. Berkompetensi pengembangan profesi berdasarkan penilaian atasan minimal baik

6.1. Kapasitas daya tampung sekolah memadai

6.2. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lengkap dan layak 6.3. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang lengkap dan layak

7 Standar Pengelolaan Pendidikan

7.1. Sekolah melakukan perencanaan pengelolaan

7.2. Program pengelolaan dilaksanakan sesuai ketentuan

7.3. Kepala sekolah berkinerja baik dalam melaksanakan tugas kepemimpinan

7.4. Sekolah mengelola sistem informasi manajemen

8 Standar Pembiayaan

8.1. Beban operasional sekolah sesuai ketentuan

8.3. Sekolah melakukan pengelolaan dana dengan baik

 

Sebelum mengisi aplikasi IP-SNP, sekolah harus mengisi instrument ini secara manual terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan. Jika sudah yakin jawabannya benar sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya, maka operator sekolah menginput data tersebut pada aplikasi. Selanjutnya dikirim ke LPMP melalui link yang telah ditentukan. Paling lambat 31 Agustus semua sekolah di Jawa Barat telah mengisi IP-SNP tersebut.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment